Breaking News :

Inilah Sosok Hantu Nenek yang Tertangkap Oleh Kamera Google Street

hantu nenek di kamera google street

Pada saat sedang menggunakan layanan pemetaan milik Google, seorang pria yang bernama Dustin Moore terkejut ketika melihat kumpulan foto tersebut. Sebab neneknya yang telah meninggal tampak sedang asyik duduk di teras rumahnya.

Pria asal Beaverton, Oregon, Amerika Serikat ini begitu terkejut. Dalam sebuah wawancara dengan Katu-TV, ia menceritakan, "Nenek sudah pergi untuk selamanya, tapi entah bagaimana mungkin dia masih hidup dalam jepretan Google dan mengawasi kita."

Apakah mungkin arwah sang nenek datang kembali untuk menjenguk rumah mereka? Namun banyak pendapat bahwa kemungkinan gambar dalam foto tersebut diambil sekitar enam tahun lalu atau sebelum itu. Dan Google secara berkala akan memperbarui kontennya.

Bisa jadi pendapat itu ada benarnya. Kecuali bila kita menelaah sanggahan Dustin berikut ini, "Dia seharusnya memakai tongkat sepanjang waktu. Tetapi, aku tidak melihatnya dalam foto ini."

Sebenarnya foto Google memang penuh kejutan. Jadi, apakah nenek dalam foto ini di jepret beberapa tahun lalu atau hantu?

Menanggapi hal ini bagaimana menurut anda?

Inilah Kepribadian Menurut Selera Musik

kepribadian berdasarkan musik

Selera musik dan tipe kepribadian ternyata berkaitan sangat erat. Berdasarkan suatu riset berskala dunia, musik favorit bisa jadi merupakan cermin kepribadian diri kamu. Penelitian ilmiah tentang hubungan selera musik dengan kepribadian dilakukan Professor Adrian North dari Heriot-Watt University. Dengan melibatkan puluhan ribu orang di seluruh dunia, ia mengklaim risetnya sebagai penelitian terbesar untuk jenis riset serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.

Kepada BBC, North menggambarkan risetnya ini sebagai suatu hal yang mengejutkan dan signifikan. “Kami selalu menduga adanya hubungan antara selera musik dan kepribadian. Ini adalah untuk pertamakalinya bahwa kami telah berhasil menelitinya dalam detil yang nyata. Belum pernah ada satu pun yang meneliti dengan skala seperti ini sebelumnya,” tegasnya.

Hasil temuan paling menarik dari riset North adalah adanya kemiripan antara penggila musik klasik dan heavy metal. “Salah satu yang paling mengejutkan adalah adanya kesamaan antara penggemar musik klasik dan heavy metal. Mereka sama-sama kreatif, tenang tetapi tidak outgoing,” ungkapnya. North juga menyatakan riset ini akan sangat berguna bagi kepentingan marketing. “Jika kamu memahami selera musik seseorang, maka kamu akan dapat mengatakan seperti pada pribadinya, siapa dan menjual apa,” tambahnya.

Dalam risetnya, North meminta lebih dari 36.000 partisipan dari seluruh dunia untuk merata-ratakan 104 jenis musik. Mereka juga ditanya mengenai aspek kepribadian. Riset ini masih akan berlanjut dan Prof North, yang juga Dekan Fakultas Psikologi Heriot-Watt University, berencana melibatkan partisipan untuk ikut ambil bagian mengisi kuisioner singkat secara online.

Dan berikut adalah beberapa musik yang dapat menunjukkan kepribadian seseorang,

kepribadian menurut selera musik

Inilah Rahasia Menjadi Orang Beruntung

rahasia orang beruntung

Kita semua pasti mengenal tokoh si Untung dalam komik Donald Bebek. Berlawanan dengan Donald yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donald. Jika Untung dan Donald berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang di jalan pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, don’t worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian The Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada 2 kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa? Ya, karena sebelumnya pada halaman ke-2, Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “Berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “Berhenti menghitung sekarang dan beritahu ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!”. Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial,

1. Sikap terhadap peluang
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata orang-orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain, ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian, Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba-tiba ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba-tiba mendengar suara yang tidak ketahuan sumbernya, bisa-bisa saya jatuh pingsan. Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara. Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:
-Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba-tiba deg-degan ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat-isyarat tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba-tiba meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba-tiba meriang lagi.

-Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian, saya ternyata bekerja di kantor tersebut.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka, setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tesnya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank, dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “Wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “Untung saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya, orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan
Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School. Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang-orang semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi. Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yang mereka tuliskan. Dan ketika mereka melihat beberapa hari ke belakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Khasiat Hebat Jintan Hitam (Habbatussauda)

jintan hitam habbatussauda

Sebenarnya sudah sekitar dua dekade yang lalu saya mendengar atau mengetahui manfaat jintam hitam untuk kesehatan. Namun baru sebulan terakhir saya mengkonsumsinya secara rutin, dipicu oleh penyakit maag (dyspepsia) yang saya derita selama ini, penyakit yang diakibatkan oleh pola makan saya yang tidak teratur dan karena kebiasaan mengkonsumsi cappucino instan 2-3 gelas hampir setiap hari semenjak tahun 1996.

Dan saya telah membuktikan dan merasakan sendiri manfaat jintan hitam untuk solusi maag yang saya derita. Saya mengkomsumsinya dua kali sehari, siang dan malam, masing-masing tiga kapsul (3×600 mg) ekstrak murni jintan hitam.

Sebelumnya jika maag saya kambuh, saya selalu mengkomsumsi antasida yang mengandung aluminium hidroksida, magnesium hidroksida dan simetikon.

Bukannya anti obat-obatan modern atau “sintetik” loh, namun secara perasaan (subjektif) lebih nyaman menggunakan yang alami. Selain itu yang jelas, biayanya relatif lebih murah :D

Dari sudut pandang Islam, mengkonsumsi jintan hitam ini selain untuk menyembuhkan penyakit dan kesehatan, juga memperoleh kebaikan (pahala) karena sebentuk pengamalan suatu hadis.

“Sesungguhnya di dalam Habbatussauda terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit kecuali kematian”
[Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim]

Sedangkan secara ilmiah, sudah banyak sekali penelitian-penelitian yang telah dan sedang dilakukan untuk membuktikan manfaat Jintan hitam, Black Seed, Habbatussauda atau Nigella sativa ini untuk kesehatan. Berikut ini diantaranya,
  1. Antibacterial (Ferdous et al.,1992; Hanafy and Hatem, 1991; Rathee et al.,1982)
  2. Antitumor (David et al., 1998)
  3. Anti-inflammatory (Houghton et al., 1995; Mutabagani and El-Mahdy, 1997)
  4. CNS depressant and analgesic (Khanna et al., 1993)
  5. Hypoglycemic (Al-Haderet al., 1993)
  6. Smooth muscles relaxant (Aqel, 1993; Aqel, 1995; Aqel and Shaheen, 1996)
  7. Cytotoxic and immunostimulant (Swamy and Tan, 2000).
Keistimewaan jintan hitam ini bagi kesehatan terletak pada jenis dan jumlah kandungannya yang sangat unik dan beranekaragam. Mengandung lebih dari 100 zat yang bermanfaat bagi kesehatan, dalam bentuk protein (21%), karbohidrat (38%), lemak dan minyak nabati (35%).

Nigellone, thymoquinone, dan fixed oils adalah zat aktif yang dikandung jintan hitam. Selain itu di dalamnya terdapat linoleic acid, oleic acid, kalsium , potassium, iron, zinc, magnesium, selenium, vitamin A, vitamin B, vitamin B2, niacin, dan vitamin C.

Anak Jadi Konsumtif, Cari Tau Sebab dan Solusinya

anak konsumtif

PERILAKU hidup konsumtif sudah menjadi budaya di negara kita. Tak hanya dewasa, anak-anak pun tak terkecuali.

Bukan mustahil, bayi-bayi zaman sekarang sudah “rajin” dibawa ke mal. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab, anak jadi konsumtif. Apa saja penyebab lainnya? Berikut penjelasan Mike Rini Sutikno dari PT. Mitra Rencana Edukasi, sebagaimana dilansir Mom & Kiddie.

Orangtua. Anak yang memiliki perilaku konsumtif biasanya akibat dari orangtuanya yang memiliki sifat konsumtif. Segala sesuatu yang dilakukan oleh orangtua pasti akan ditiru sang anak. Misalnya, orangtua yang sering berbelanja ke mal atau selalu memberikan berbagai hadiah kepada anak, sebagai “imbalan” karena sudah belajar atau membereskan kamarnya. Padahal belajar, membereskan mainan adalah tugas dan kewajibannya sehingga nanti anak dapat belajar mandiri. Jika Moms di rumah demikian, hentikan kebiasaan tersebut sekarang juga!

Sering nonton televisi. Pengaruh media, seperti menonton televisi mendorong sifat konsumtif pada anak, sehingga anak jadi lebih sering lihat iklan atau apapun yang ada di televisi. Sebab banyak produk iklan yang sasarannya mengarah pada anak-anak. Produknya pun banyak yang warna warni sehingga menarik perhatian anak. Sebaiknya, dampingi anak saat menonton televisi.

Lingkungan sekitar. Perilaku konsumtif pada anak sebagian besar juga bisa disebabkan karena lingkungan sekitarnya. Selain orangtua anak juga meniru dari lingkungan sekitar, bisa dari teman sebayanya atau orang-orang dewasa yang ada di sekitarnya.

Bisa Dicegah dengan…

Kenalkan anak tentang fungsi uang. Bicarakan mengenai fungsi uang kepada anak harus dimulai sejak dini, sehingga anak mengerti apa itu fungsi uang, yaitu sebagai alat tukar/bayar. Jika anak bertanya dari mana datangnya uang, sebaiknya orangtua jangan menjawab asal-asalan. Jawablah sesuai dengan pemahaman anak, seperti mama sama papa bisa dapat uangnya karena bekerja. Dengan demikian, ini membantu anak untuk mengerti bahwa kedua orangtuanya mendapatkan uang karena bekerja keras. Dia juga akan menghargai kerja keras yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.

Ajari anak menabung. Ajari anak untuk menyisihkan sebagian uang jajannya untuk ditabung, misalnya dengan cara membelikan celengan dengan warna dan bentuk yang menarik dan lucu, seperti tokoh kartun yang diidolakan oleh anak. Sehingga anak tertarik untuk menabung di celengan. Beri contoh kepada anak saat memasukkan uang ke dalam celengan, sambil menceritakan apa keuntungan jika dia rajin menabung.

Mengajak anak untuk pergi ke bank. Saat ini banyak tabungan yang dikhususkan untuk anak-anak. Walaupun anak belum bisa pergi ke bank sendiri, orangtua dapat mendampingi anaknya saat ke bank. Selalu beri pilihan pada anak untuk menabung sebagian uangnya dan beri penjelasan kepadanya agar dia lebih termotivasi lagi untuk menabung. Jelaskan pada anak jika dia punya tabungan, maka nanti dapat memiliki tujuan hidup yang lebih penting, membeli barang-barang yang dia inginkan tanpa menyusahakan orangtuanya. Menabung memang menunda kesenangan dulu, tapi hasilnya nanti jauh lebih baik.

Merawat barang-barang miliknya. Tidak ada salahnya membelikan sesuatu yang disenangi oleh anak. Akan tetapi jika ini dibiasakan dan sering justru ini akan menumbuhkan perilaku konsumtif anak, sebab jika diingat-ingat banyak orangtua yang membelikan barang untuk anaknya bukan untuk kebutuhan dan keperluan, tetapi semata-mata hanya untuk menyenangi anak.

Untuk itu, alangkah baiknya ajari anak untuk selalu merawat barang-barang miliknya sehingga anak dapat menghargai setiap barang yang dimilikinya. Selain itu, anak akan lebih lama lagi untuk membeli barang karena barangnya tersebut dirawat dengan baik dan tentunya ini akan mengurangi biaya pengeluaran orangtua.

Ajari anak untuk bersedekah. Selain sebagai alat bayar uang juga memiliki fungsi sebagai penolong, oleh karenanya beri tahu kepada anak bahwa uang itu bukan sekedar untuk konsep duniawi/bersenang-senang, tapi juga bisa untuk menolong orang.

Jangan Biarkan!

Anak yang terbiasa hidup konsumtif dan jika ini berlanjut sampai anak dewasa anak akan terobsesi dengan harta. Cari uang sebanyak-banyaknya demi memuaskan gaya hidup. Juga cenderung senang berspekulasi, bahkan melakukan tindakan kriminal. Anak yang konsumtif juga cenderung serakah dan materialistis serta sulit menghargai apa yang dimiliki cenderung cepat bosan, sehingga kurang bersyukur. Sense of belongin and caring juga sangat kurang.

Mulailah mengajarkan anak untuk tidak konsumtif. Beri tahu tujuan agar anak tidak boros dan pintar mengelola uang. Jelaskan juga filosofi atau pemahaman mengenai tentang arti kehidupan, agar tercukupi maka anak harus terbiasa hidup hemat. Ingat tekniknya adalah penjelasan yang disesuaikan dengan bahasa anak sehingga mudah dimengerti.
Copyright © 2012 Evobig Proudly powered by Blogger